DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD IBNU SINA GRESIK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
AGUSTININGSIH, ITA DWI
Subject
RJ251-325 Newborn infants. Including physiology, care, treatment, diseases 
Datestamp
2019-02-26 03:37:45 
Abstract :
Keadaan bayi kuning (ikterus) sangat sering terjadi ikterus pada bayi baru lahir (BBL) sekitar 50% pada bayi cukup bulan dan 75% pada bayi kurang bulan (BBLR). Terbukti dari data yang diperoleh di RSUD Ibnu Sina Gresik tahun 2009 dari 389 bayi lahir didapatkan 141 bayi (36,2%) mengalami BBLR. Dari 141 BBLR tersebut didapatkan 79 bayi (56%) mengalami ikterus Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Ibnu Sina Gresik. Desain yang digunakan bersifat analitik dengan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi berat lahir rendah, di RSUD Ibnu Sina Gresik sebanyak 22 bayi. Dengan sampel sebanyak 21 bayi dengan teknik simple random sampling. Variabel independen bayi berat lahir rendah, variabel dependen kejadian ikterus neonatorum. Data diambil melalui rekam medik. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 21 responden sebagian besar (71,43%) bayi berat lahir rendah dan sebagian besar (66,67%) mengalami ikterus neonatorum. Hasil uji Mann-Whitney dan didapatkan ? = 0,008 dan ? = 0,05, berarti ? < ? maka H? ditolak yang berarti ada hubungan antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Ibnu Sina Gresik . Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bayi berat lahir rendah dapat terjadi ikterus neonatorum. Oleh karena itu diharapkan bagi petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan pada ibu tentang pentingnya ASI pada BBLR. Dalam upaya mencegah terjadinya ikterus neonatorum. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya