Abstract :
Akhir-akhir ini perilaku menyimpang dikalangan remaja menjadi populer. Dari hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Univ.Indonesia (FKUI) diketahui bahwa perilaku beresiko pada remaja khususnya di kota cukup tinggi, dimana terdapat perilaku merokok 73,1% (laki-laki), 12,2% (perempuan), Miras 42,2%(laki-laki), 3% (perempuan), Pengguna Napza 22,4% (laki-laki) dan 2,3% (perempuan), seks sebelum menikah 4,7% (laki-laki) dan 3,2 % (Perempuan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku remaja.
Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja usia 15-18 tahun di SMKN 1 Baureno Bojonegoro sejumlah 562 siswa. Besar sampel 168 siswa yang diambil secara ?Simple Random Sampling?. Variabel independen pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja, variabel dependen perilaku remaja. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji mann whitney.
Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah (42,3%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, dan sebagian besar (56%) responden berperilaku menyimpang. Dari hasil analisa menggunakan uji mann whitney didapatkan nilai ? = 0,000 < ? = 0,05 maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku remaja
Simpulan penelitian adalah semakin baik tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja maka semakin berkurang perilaku menyimpang pada remaja. Untuk itu diharapkan orang tua, guru dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi pada remaja.