Abstract :
Status gizi bayi adalah keadaan tubuh bayi yang dikaitkan oleh asupan makanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi bayi adalah pemberian ASI. Karena ASI merupakan makanan terbaik dan sempurna untuk bayi yang mengandung zat gizi sesuai kebutuhan untuk petumbuhan dan perkembangannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi pada bayi usia 1-12 bulan di Puskesmas Wonokromo.
Dalam penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil yaitu ibu yang mempunyai bayi usia 1-12 bulan dengan besar populasi 57. Besar sampel yang diteliti 50 responden. Sampling yang digunakan consequtive sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan KMS dan analisa data menggunakan uji statistik rank spearman.
Hasil penelitian ditabulasi dan diuji korelasi Rank Spearman didapatkan hasil bahwa P (0,821) > a (0,05) menunjukkan bahwa H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi di Puskesmas Wonokromo Surabaya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pola pemberian ASI di Puskesmas Wonokromo tidak dapat mempengaruhi status gizi pada bayi yang kemungkinan karena dipengaruhi oleh faktor lain seperti pemberian makanan tambahan yang terlalu dini dan pemberian makanan tambahan yang terlalu lambat.