Abstract :
ASI merupakan satu-satunya makanan yang nutrisinya seimbang dan
lengkap serta sesuai dengan kebutuhan bayi. pada saat itu. Selain itu juga aman,
higienis dan murah, yang tidak kalah pentmg ASI juga memiliki zat antibodi
untuk melindungi bayi dari berbagai macam penyakit dan infeksi, Salah satu usaha untuk mensukseskan ASI eksklusif adalah dengan memberikan ASI secara dini yang saat ini sering disebut inisiasi menyusu dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI
antara bayi yang dilakukan inisiasi menyusu dini dan tidak dilakukan inisiasi menyusu dini di BPS Hj. Istiqomah Surabaya.
Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan
menggunakan pendekatan case comrol. Populasinya adalah seluruh bayi yang lahir pada bulan Januari dan Pebruari 2008 sebanyak 57 bayi di BPS Hj.
Istiqomah Sidotopo Surabaya dengan sampel sebanyak 50 responden yang diambil secara probability sampling dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan cam pengisian kuesioner kemudian diolah dan dianalisis dengan uji komparasi chi-square dengan program SPSS 11,01 for
Windows dengan taraf signifikan a (0,05) didapatkan P = 0,252 > a = 0,05, maka Ho diterima berarti tidak ada perbedaan pemberian ASI antara bayi yang dilalrukan inisiasi menyusu dini dan tida.k dilakukan inisiasi rnenyusu dini di BPS Istiqomah Surabaya.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa inisiasi menyusu dini tidak mutlak mempengaruhi pemberian ASI karena masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi pemberian ASI yaitu psikologis ibu, pendidikan, dukungan keluarga dan kebudayaan, Oleh karena itu keluarga terutama ayah perlu diberikan informasi tentang pentingnya pemberian ASI oleh petugas kesehatan sebingga ibu dapat memberikan ASI eksklusifkepada bayinya.