DETAIL DOCUMENT
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A DI BPM LILIK FARIDA SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
KUSUMA, DIAN MAYA ARINI
Subject
RG1-991 Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2022-01-27 05:54:40 
Abstract :
Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan suatu negara yang masih menjadi masalah besar di Negara berkembang. Di Provinsi Jawa Timur, AKI pada tahun 2015 89,06/100.000 KH dan AKB mencapai 20,78/1.000 KH (SDKI 2015). Faktor penyebab tingginya AKI adalah pendarahan, preeklamsia, dan infeksi, sedangkan pada bayi baru lahir adalah asfiksia, BBLR, infeksi neonaturum. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan. Asuhan yang berkelanjutan dengan menggunakan standard asuhan kebidanan dilakukan di BPM Lilik Farida Surabaya dari tanggal 21 Maret 2017 sampai 10Mei 2017. Kunjungan asuhan kebidanan dengan kunjungan hamil sebanyak 3 kali, bersalin di BPM Lilik Farida 1 kali, nifas di BPM Lilik Farida 4 kali, bayi baru lahir di BPM Lilik Farida 4 kali dan KB 1 kali di BPM Lilik Farida. Asuhan kebidanan yang pertama diberikan pada Ny. A GII P1 A0 UK 3637 minggu pada tanggal 21 Maret 2017. Pada kehamilan trimester III kunjungan 1-3 ibu mengalami keluhan yang biasa terjadi pada ibu hamil dan keseluruhan dalam batas normal. Pada usia kehamilan 39-40 minggu ibu melahirkan bayinya seacara normal di BPM Lilik Farida. Proses persalinan pada kala I fase aktif ibu datang ke BPM Lilik Farida pukul 16.30 WIB dengan keluhan kenceng-kenceng semakin sering dan kuat serta keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan pembukaan 5 cm. Pembukaan lengkap pukul 17.30 WIB, bayi lahir spontan pukul 18.10 WIB jenis kelamin laki-laki langsung menangis gerak aktif. Plasenta lahir lengkap spontan 10 menit plasenta utuh kotiledon lengkap, terdapat luka jahitan derajat 2 dilakukan heacting dengan anastesi 2 ampul lidocain. Kala IV keadaan ibu dalam batas normal. Kemudian kunjungan nifas 1-4 didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan berjalan baik. Untuk keadaan bayi pada kunjungan 1-4 tidak ditemukan penyulit dan komplikasi bayi telah mendapatkan imunisasi HB-0 pada usia 6 hari dan BCG pada usia 30 hari. Pada kunjungan KB ibu diberikan konseling mengenai KB dan Ny. A memilih akseptor KB pil. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan, penulis, pembimbing dan bidan yang bersangkutan sebagai petugas kesehatan telah melaksanakan tugas sesuai SOP sehingga Ny. A dan bayinya saat ini sehat dan tidak ditemukan penyulit dan komplikasi yang berkelanjutan. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling serta mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya