Abstract :
Penyakit diare merupa.kan sa.lah satu problem kesehatan masyarakat di Negara berkembang. khususnya diare pada bayi dan anak dibawah usia 5 tahun atau balita. Frekuensi buang air besar yang terus menerus akan memberi dampak pada balita yaitu iritasi perianal, feses yang tidak segera dibuang bila bercampur urin akan meningkatkan keasaman (pH) kulit sehingga menyebabkan iritasi perianal.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui, mengidentifikasi dan
menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dalam melaksanakan tindakan
perawatan perianal dengan kejadian iritasi perianal pada anak diare di ruang anak
RS Islam A Yani Surabaya
Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional, dengan jumlah populasi 45 dan besar sampel 22 anak diare yang mengalami iritasi perianal. PengambiJan sampel menggunakan simple random sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi kemudian dilakukan tabulasi silang dengan uji statistik menggunakan rank spearman secara computerized dengan a= 0,05
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ibu yang mempunyai tingkat
pengetahuan sebagian besar mempunyai pengetahuan baik yaitu 12 responden (54,5%)dan kejadian iritasi anak sebagian besar mengalami iritasi ringan yaitu 14 balita (63,6%). Analisa data yang digunakan dengan uji koefisien korelasi rank spearman a= 0,05 didapatkan P = 0,017 sehingga H1 diterima karena P