Abstract :
Ketergantungan NAPZA merupakan _perilaku yang merugikan individu sendiri dan masyarakat akibat _penggunaannya yang berulang-ulang, Pada tahun
2004 didapatkan penderita ketergantungan NAPZA di Indonesia sekitar 2,9 juta jiwa. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kepribadian, faktor sosiobudaya, faktor fisik clan faktor kebiasaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketergantungan NAPZA pada remaja.
Desain peneJitian ini adaJah penelitian deskriptif dengan metode "cross
sectional". Populasi dalam penelitian ini adalah semua santri usia remaja sebanyak 31 orang. Besar sampel 31 responden dengan teknik pengambilan sampeJ "Sampling Jenuh". Penelitian diJakukan pada bulan Mei 2008 dan data diambil rnenggunakan lernbar kuesioner. Penyajian data dengan diagram batang dan tabulasi silang.
Hasil yang didapatkan yaitu karalcteristik remaja hampir seluruhnya (80,9%) rernaja usia 19-21 tahun, sebagian besar (71%) responden berpendidikan SMU, sebagian besar (74,.2%) responden berasal dari Jawa Timur dan hampir setengah responden (48,4%) orang tuanya bekerja swasta. Hampir setengah responden (44%) remaja usia 19-21 tahun, (40,9%) remaja yang berpendidikan SMU, (34,8%) remaja yang berasal dari Jatirn dan (40%) rernaja yang orang tuanya bekerja swasta didapatkan data bahwa faktor yang rnempengaruhi ketergantungan NAPZA adalah faktor fisik.
Dari basil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor dominan yang
mempengaruhi seseorang ketergantungan NAPZA adalah faktor fisik untuk itu diharapkan kepada para klien NAPZA dapat meningkatkan kekuatan mental dan spiritual agar dapat rnenghindari faktor-faktor yang menyebabkan ketergantungan padaNAPZA