Abstract :
Komunikasi . terapeutik merupakan .suatu alat yang sangat penting dalam .dunia
keperawatan karena dengan menggunakan komunikasi terapeutik yang sebaik
mungkin, pasien akan mudah memabami dan menerima saran atau informasi yang
dibenkan oleh perawat sehingga akan terjadi kerja sama yang baik-dan pada akhimya
akan mempengaruhi proses penyembuhan dari pasien. Tetapi pada kesempatan yang ada masih saja kita jumpai fenomena yang kurang enak dilihat di dunia lreperawatan yaitu pasien yang sulit diajak untuk beketjasama yaitu pada saat melakukan tindakan keperawatan walaupun frekuensi kejadiannya sangat kecil,
Terkait dengan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan
?gambaran penerapan komunikasi terapeutik -perawat pada saat melakukan tindakan pemasangan infus di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik tahun 2008.
Penelitian ini merupakan peneluian Deskriptif Jumlah populasi penelitian disini
sebanyak 112 perawat, Sampel yang digunakan adalah perawat Rwnah Sakit Muhammadiyah Gresik tahun 2008 dengan besar sampel 88 responden. Pemilihan sampel menggunakan non probability sampling tipe Purposive sampling. Dan dikelompokkan sesuai variabel yang diteliti serta dituangkan dalam bentuk distribasi frekuensi dibahas secara deskriptif.
Dari basil penelitian seperti pada tabel 4.5 diperoleh basil 67,04% penerapan
komunikasi terapeutik baik, 32,69% penerapanya cukup, 0% penerapanya kurang baik, 0% penerapannya tidak baik.
Penelitian ini menggambarkan bahwa secara wnum penerapan komunikasi terapeutik perawat pada saat melakukan tindakan pemasangan infos di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik Tahun 2008, sebagian besar adalah baik. Dengan demikian penerapan komunikasi terapeutik oleh perawat perlu dipertahankan pengetahuan dan kemampuanya agar tercipta proses perawatan yang lebih optimal.