Abstract :
ASI ekslusif sangat menguntungkan bagi ibu clan bayi. Akan tetapi di Indonesia pencapaian ASI eksklusif hingga saat ini belum mengembirakan.Data pda bulan Oktober sampai Desember 2007 dari 135 ibu menyusui yang dapat memberikan ASI Eksklusif sebanyak 25,19%. Rendahnya pemberian ASI kemungkinan karena kurangnya informasi dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat ASL
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di puskesmas Porong Kabupaten Sidoarjo.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain case control. Populasi adalah semua ibu yang menyusui yang ada di Puskesmas Porong Kabupaten Sidoarjo yaitu sebanyak 135 orang. Sampelnya adalah sebagian ibu yang menyusui di Puskesmas Porong Kabupaten Sidoarjo. Besar sample sebanyak I 00 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengurnpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis dengan uji statistik Mann Whitney dengan program SPSS 11,01 for windows.
Dari 100 responden, terbanyak memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu 42 responden (42%). Sedangkan bayinya, sebagian besar tidak mendapatkan ASI Eksklusif yaitu 66 bayi (66%). Hasil uji analisis didapatkan P = 0,000 dengan angka kemaknaan atau signifikan a = 0,05 atau P < a sehingga ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan akan semakin baik dalam menerima informasi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif. Oleh karena itu disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan pada masyarakat mengenai dampak positif dari pemberian ASI Eksklusif pada bayi sehingga banyak bayi yang akan mendapatkan ASI Eksklusif.