Abstract :
Konsumsi garam beryodium sangat penting karena didalam garam beryodium mengandung unsur yodium yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika tubuh kekurangan yodium akan menimbulkan penyakit gondok, kretin, kegagalan reproduksi dan kematian anak.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gangguan akibat kekurangan yodium dengan konsumsi garam beryodium
Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2008. Desain penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah semua keluarga yang tinggal di Dusun Petiyin Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan dengan jumlah 180. Pengambilan sampelnya dengan Simple Random Sampling dengan jumlah 124 responden. Variabel dependentnya adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai GAKY dan variabel independentnya adalah konsumsi garam beryodiurn. Pengumpulan data dengan kuesioner kernudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan dianalisis dengan uji statistik Mann Whitney pada program SPSS dengan signifikansi a= 0,05.
Dari hasil analisis didapatkan angka signifikan (p) sebesar 0,000, karena p
< a (0,000 < 0,05) berarti ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai GAKY dengan konsumsi garam beryodiurn.
Semakin tinggi tingkat pengetahuan masyarakat maka semakin tinggi j uga
konsumsi garam beryodium. Disarankan pada keluarga untuk lebih menambah pengetahuan cara penyimpanan dan penggunaan garam beryodium yang benar.