Abstract :
Akseptor KB suntik 3 bulan hampir setengah mengalami efek samping amenorea sekunder. Terjadinya amenorea sekunder ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormonal, honnon yang berpengaruh adalah hormon esterogen yang berlebih dari KB suntik 3 Bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akseptor KB suntik 3 bulan dengan terjadinya amenorea sekunder.
Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan desain Case
Control. Populasinya seluruh akseptor KB di polindes desa Sooko-Gresik sebesar
113 orang. Besar sampel 34 responden dengan menggunakan teknik probability sampilng dengan metode simpel random sampling. Variabe/ independen akseptor KB suntik 3 bulan. Variabel dependen kejadian amenorea sekunder. Data diambil dengan menggunakan chek list dan rekam medik, kemudian dilakukan tabulasi data dan uji stastistik Chi-Square dengan program SPSS 12 for Windows dengan tingkat kemaknaan a=0,05.
Dari basil penelitian didapatkan bahwa akseptor KB suntik 3 bulan hampir setengah mengalami terjadinya amenorea sekunder yaitu 12 (35,29%) dan hampir setengah yang tidak mengalami amenorea sekunder 10 (29,41%). Hasil uji
statistik menggunakan Chi-Square test diperoleh :l=7,174 > x2=3,841 sehingga
Ho ditolak yang artinya adanya hubungan antara akseptor KB suntik 3 bulan
dengan terjadinya amenorea sekunder.
Simpulan dari basil penelitian adalah semakin lama pemakaian KB suntik
3 bulan semakin banyak kejadian amenorea sekunder pada akseptor KB. Untuk itu diharapkan bagi petugas kesehatan hendaknya dapat memberikan penanganan pada penyebab utama terjadinya amenorea sekunder