Abstract :
Abortus merupakan pengeluaran basil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, lebih dari 50% kejadian abortus terjadi pada multigravida clan terjadi pada usia di atas 35 tahun di mana fungsi organ reproduksi sudah mengalami penurunan.
Penelitian ini menggunakan penelitian analitik, dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui Hubungan Antara Graviditas dengan Kejadian Abortus di RSI Ahmad Yani Surabaya pada bulan Juni sampai dengan Juli 2009.
Desain penelitian adalah cross sectional, populasinya semua ibu hamil di
RSI. A. Yani Surabaya tahun 2009 dengan sampel sebagian ibu hamil dan besar
sampel sebanyak 83 responden secara simple random sampling. Data yang dikumpulkan dari cheklist, diuji dengan uji mann Whitney Ho di tolak apabila p < a berarti ada hubungan antara graviditas dengan kejadian abortus.
Dari basil analisis data didapatkan p = 0,696 > a = 0.05 sehingga HO
diterima yang berati tidak ada hubungan antara graviditas dengan kejadian
abortus.
Simpulan dari penelitian ini adalah graviditas bukan penyebab utama
terjadinya abortus, banyak faktor yang mempengaruhi walaupun belum diketahui secara pasti penyebabnya, dan kejadian abortus lebih banyak pada multigravida daripada primigravida, sehingga dapat untuk melakukan antisipasi penanganan abortus yang lebih lanjut pada kehamitan berikutnya.