Abstract :
Abortus merupakan salah satu diantara penyebab kematian maternal. Kejadian abortus cukup tinggi sekitar J 4;. J 5% pada ibu yang dinyatakan sudah positif hamil dan 60-75% kejadian abortus terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu. Frekuensi abortus secara klinis terdeteksi meningkat pada ibu hamil yang bekerja.
Penelitian ini menggunakan metode analitik diskriptif dengan studi cross sectional, populasi terdiri dari semua ibu hamil dengan usia kehamilan kurang dari 20 minggu di BKIA Rumah Sakit Islam A. YANI Surabaya sebanyak 50 orang. Sampling yang diambil yaitu non probability dengan menggunakan teknik consecutive sampling yaitu sebesar 45 orang. Variabel yang digunakan yaitu independent (status pekerjaan) dan variabel dependen (abortus). Pengumpulan data dengan menggunakan data rekam medik dan lembar observasi yang disajikan dalam bentuk tabel dan prosentase.
Hasil yang diperoleh menunjukkan dari 45 responden 17 ibu hamil yang
tidak bekerja hampir seluruhnya (88,24%) tidak mengalami abortus dan sebagian kecil (11,76%) yang mengalami abortus, dari 28 ibu hamil yang bekerja sebagian
besar (71,43%) tidak mengalami abortus dan hampir setengahnya (28,57%) ibu hamil yang bekerja mengalami abortus.
Simpulan dari penelitian ini adalah hampir setengahnya dari 45 responden
mengalami abortus pada ibu yang bekerja dengan demikian sangat penting bagi ibu hamil yang bekerja untuk dapat mengurangi aktifitas selama hamil agar ibu tidak cepat lelah dan capek serta dapat menjaga kehamilannya dan memeriksakan kehamilannya agar dapat berlangsung dengan baik dan sehat.