Abstract :
Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan minimal 4 kali se1ama kehamilan karena mempakan masa yang penting baik bagi ibu maupun janin.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status
ekonomi dengan pemeriksaan kebamilan pada ibu hamil.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah populasi 22 responden dan besar sampel 21 responden yang diambil dengan teknik probability sampling secara simple random sampling.
Data diambil dengan memberikan kuesioner dan kartu ibu hamil dan secsra statistik digunakan uji korelasi mann-whitney dengan kesalahan (a= 0,05) untuk
mengetahui hubungan antar variable independent dan dependent
Dari basil penelitian di BPS Farochah Indayati Surabaya banyak ibu hamil yang tidak memeriksakan kehami1an karena banyak ibu dengan status ekonomi
rendah. Setelah dilakukan uji korelasi mann-whitney dengan menggunakan SPSS
didapatkan bahwa p = 0,015. Sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan antara
status ekonomi dengan pemeriksaan kehamilan.
Dari basil penelitian dapat disimpulkan bahwa ibu yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan lebih banyak dari ibu atau keluarga dengan status ekonomi rendah. Untuk menanggulangi ini perlu dilakukan advokasi pada perangkat desa tentang program Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan
(JPSBK) dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan.