DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI PADA BALITA DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG DI POLINDES DESA SUMBER WARU KEC.WRINGIN ANOM GRESIK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
ARIFANI, DINA
Subject
RJ206-235 Nutrition and feeding of children and adolescents 
Datestamp
2019-04-22 07:10:09 
Abstract :
Kekurangan gizi sampai saat ini merupakan salah satu penyebab dari tingginya angka kematian pada bayi dan balita. Pada tahun 2007 ada 4,13 juta anak di Indonesia yang mengalami gizi kurang. Dan kematian bayi dan balita tahun 2008, 54%disebabkan oleh gizi kurang. Melihat masih tingginya balita yang mengalami gizi kurang maka dilakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang gizi pada balita dengan kejadian gizi kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi pada balita dengan kejadian gizi kurang. Penelitian dilakukan di Desa Sumber Waru Kecamatan Wringin Anom - Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dan menggunakan rancang bangun penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebesar 59 responden dan besar sampel 51 orang. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner. Pemilihan sampel secara simple random sampling. Variabel Independen adalah pengetahuan ibu tentang gizi pada balita dan variabel dependen kejadian gizi kurang. Hasil analisa data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisa menggunakan uji Fisher's Exact. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 28 responden (54,94%), sedangkan balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 19 orang (37,3%). Hasil uji Fisher's Exact. didapatkan p = 0,244 > a. = 0,05 berarti Ho diterima yang artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu pada balita dengan kejadian gizi kurang. Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian gizi kurang ini dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain : penyakit infeksi, ekonomi orang tua dan sosial budaya. Diharapkan ibu balita untuk menimbangkan balitanya tiap bulan sehingga pertumbuhan balita terdeteksi secara dini jika ditemukan penyimpangan. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya