Abstract :
Pada wanita, dysmenorrhoea serta gejala yang menyertainya juga berpeluang mengganggu kualitas tidur. Selama penyebab gangguan kesehatan fisik atau sakit fisik tersebut belum dapat ditanggulangi dengan baik, maka gangguan tidur atau sulit tidur akan tetap terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan posisi yang nyaman untuk menciptakan tidur yang berkualitas.
Penelitian uu bertujuan untuk menganalisis posrsi tidur saat
dysmenorrhoea dengan derajat nyeri dysmenorrhoea.
Desain penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan jenis rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja wanita di SMA Khadijah Surabaya sebesar 120 siswa. Besar sampel sebanyak 12 responden yang sesuai dengan kriteria penelitian, diambil secara consecutife sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik tabulasi.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden posisi tidur tidak berubah dari biasanya yaitu sim.
Dari penelitian ini, peneliti menarik kesimpulan bahwa posisi tidur yang tidak terjadi nyeri pada saat dysmenorrhoea adalah posisi sim dan posisi tersebut merupakan posisi tidur kebiasaan responden. Diharapkan agar responden meningkatkan pengetahuan tentang dysmenorrhoea tidak hanya dari pengalaman tetapi juga melalui buku atau majalah kesehatan dalam mengurangi derajat nyennya.