Abstract :
Orang yang menderita gangguan jiwa di kalangan masyarakat dipandang rendah dan merupakan aib bagi keluarga dan masyarakat. Salah satu bentuk gangguan j iwa dalam hal interaksi sosial : menarik diri, yang salah satu cirinya klien mengalami gangguan komunikasi verbal. Pada kenyataannya banyak klien dengan menarik diri yang berada di Rumah Sakit Jiwa Menur jarang mengikuti terapi aktivitas kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap komunikasi verbal klien menarik diri.
Jenis penelitian ini adalah pra experiment, menggunakan the one group pre test -post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah klien menarik diri di ruang E sebanyak 10 orang yang diambi I secara total populasi. Data yang diperoleh dari lembar observation check list dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test menggunakan SPSSfor windows dengan tingkat kemaknaan a= 0,05.
Hasil uji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai P = 0,0115 dengan
tingkat kemaknaan a = 0,05 (0,0115 < 0,05) maka Ho ditolak yang berarti ada pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap komunikasi verbal klien menarik diri.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terapi aktivitas
kelompok sosialisasi yang dilakukan sangat besar manfaatnya dalam komunikasi verbal klien, sehingga diharapkan bagi petugas kesehatan jiwa untuk lebih sering mengadakan atau mengikutsertakan klien menarik diri dalam pelaksanaan terapi aktivitas kelompok sosialisasi.