Abstract :
Penyakit tetanus neonatorum merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematin neonatal (bayi berusia < 1 bulan penyakit tetanus nenatorum ini clapat dicegah dengan imunisasi tetanus toksoid (TT) pada ibu hamil. Tetapi kenyataannya di Puskesmas Lekok Pasuruan masih banyak ibu hamil yang belum mengetahui tentang imunisasi TT·khususnya ibu yng baru pertama kali hamil.
Tujuan penelitian ini aclalah unuk mengetahui hubungan tingkat pendidkan ibu tentang imunisasi TT dengan kelengkapan imunisasi TT di Puskesmas Lekok Pasuruan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik secara cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mendapat imunisasi TT di Puskesmas Lekok dengan jumlah sampel 53 responden. Seclangkan teknik pengambilan sampel dengan teknik simple radom sampling yang diteliti yaitu tingkat pendidikan ibu sebagai variabel independent dan variabel dependent aclalah kelengkapan imunisasi TT. Untuk mengumpulkan data dan informasi digunakan wawancara dengan responden data yang disajikan dalam bentuk table frekuensi
distribusi dan tabulasi silang kemudian dianali?a dengan uji Chi Square karena ada
beberapa sel yang mempunyai frekuensi harapan < 5 (kurang dari 20%) maka uji Chi
Square tidak bisa dilanjutkan dan penelitian ini menggunakan uji Eksak Fisher dengan taraf signifikan a = 0,05 basil menunjukkan P = 1> a= 0,05. Maka Ho diterima clan H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara pendidikan ibu hamil
dengan kelengkapan imunisasi TT. .
1
Kesimpulan penelitian ini bahwa faktor pendidikan ibu hamil ticlak
menentukan kelengkapan imunisasi Tl' tetapi ada faktor lain yaitu sosial, ekonomi budaya, tradisi, sikap petugas clan perilaku masyarakat yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi TT. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas dan meningkatkan pemberian informasi tentang pentingnya imunisasi TT pada ibu hamil sehingga dapat mencegah terjandinya tetanus neonatorum.