Abstract :
Pola makan yang sesuai berarti mengkonsumsi keanekaragaman makanan yaitu makanan yang rnengandung unsur - unsur gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas dan kuantitasnya. Kurang energi protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi, sedangkan rata-rata asupan energi dan protein yang dianjurkan untuk balita adalah 1550 kkal dan 39 gram protein. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan, rentan terhadap penyakit infeksi dan mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara pola makan dengan kejadian KEP pada balita.
Desain penelitian daJam penelitian ini adalah analitik observasional
menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh ibu yang mempunyai balita yang berada di wilayah Posyandu RT 12-13
RW 03 Kelurahan Jagir Surabaya clan besar sampel sebanyak 50 responden, diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data
mengenai pola makan dilakukan secara primer melalui kuesioner dan mengenai kejaclian KEP data diambil secara sekunder dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS). Sedangkan untuk menganalisa data yang diperoleh dengan menggunakan uji chi square (?2).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan pola makan sesuai sebanyak 28 balita (56%) dan pola makan tidak sesuai sebanyak 22 balita (44%). Sedangkan responden yang rnengalami kejadian KEP sebanyak 12 balita (24%) dan yang tidak memgalami kejadian KEP sebanyak 38 balita (76%).
Dari basil uji chi square didapatkan ?2 hitung 4,614 dimana ?2 tabel 3,841.
dengan demikian ?2 hitung > dari ?2 tabel, maka Ho ditolak artinya ada hubungan
antara pola makan dengan kejadian KEP pada balita.
Dari basil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian KEP dapat disebabkan oleh pola makan tidak sesuai. Untuk itu diharapkan para orang tua memperhatikan pola makan balitanya agar terhindar dari masalah defisiensi zat gizi terutama KEP.