Abstract :
Pembinaan perkembangan anak secara tepat dan terarah dapat menjamin tumbuh kembang yang optimal sehingga menjadi manusia yang berkualitas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut antara lain dengan program Bina Keluarga Balita (BKB). Di Posyandu Melati VII RT 12-13
RW 03 Jagir Sidomukti Surabaya semua ibu membawa balita untuk menimbang
pada saat kegiatan posyandu, tapi pada kegiatan BKB hanya sebagian yang hadir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi tingkat pengetahuan ibu, kunjungan BKB dan adakah hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan BKB di Posyandu Melati VII RT 12-13 RW 03 Jagir Sidomukti
Surabaya Desain penelitian ini menggunakan metode analitik dengan ttpe
rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 57 orang ibu balita yang ada di
posyandu tersebut. Pengambilan sampel dengan tehnik simple random sampling,
besar sampel sebanyak 50 orang ibu balita di Posyandu Melati VII RT'12-13 RW
03 Jagir Sidomukti Surabaya. Variabel independen adalah tingkat pengetahuan ibu dan kunjungan BKB sebagai variabel dependen. Data yang dikumpulkan melalui data primer dengan menggunakan kuesioner dan buku kunjungan BKB dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi tabulasi silang. Analisa data dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan a= 0,05.
Maka didapatkan basil sebagian besar ibu yang ada di posyandu ini berpengetahuan baik (44%) dan tidak hadir dalam kegiatan BKB sebanyak 52%.
Hasil uji chi square didapatkan x2 hitung (29,5) < x2 tabel (5,99) yang berarti ada
hubungan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan BKB.
Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu bukan satu - satunya faktor yang mempengaruhi kunjungan posyandu melainkan banyak faktor. Mengingat pentingnya kegiatan BKB ini maka masyarakat perlu meningkatkan kunjungan BKB ini dan tenaga kesehatan perlu memotivasi masyarakat untuk hadir pada kegiatan BKB.