Abstract :
Dengue Haemorhagic Fever (DHF) telah menyebar hampir ke seluruh wilayah Indonesia, dan dari tahun ke tahun penderitanya cenderung meningkat. Pencegahan terjadinya penyakit DHF dapat dilakukan dengan cara 3M, yaitu: menguras kamar mandi, mengubur barang bekas yang tidak terpakai, menutup tempat tempayan. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit DHF dapat menyebabkan penyebaran penyakit DHF semakin luas.
Tujuan penelitian ini ingin memperoleh gambaran tentang tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan terhadap klien yang menderita penyakit DHF.
Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif yang
dilakukan secara cross sectional. Populasinya adalah semua klien penyakit DHF sebanyak 25 responden, sedangkan sampelnya yaitu klien dengan DHF di Ruang C2 Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya sebanyak 25 responden cara pengambilan sampelnya adalah non probability sampling jenis sampling jenuh. Data diambil dengan pengetahuan yang dimiliki responden. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan dijabarkan dalam bentuk narasi.
Hasil penelitian dari sebelum penyuluhan menunjukkan bahwa terdapat 10
responden (40%) yang mempunyai tingkat pengetahuan baik, dan sesudah penyuluhan menunjukkan bahwa terdapat 22 responden (88%) yang mempunyai tingkat pengetahuan baik, serta perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan didapatkan rata-rata 1 grade sebanyak 29,73%.
Ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan tentang DHF. Tingkat pengetahuan responden meningkat menjadi lebih baik sesudah diberikan penyuluhan tentang DHF. Diharapkan pasien dapat menyampaikan penyuluhan ini terhadap masyarakat sekitar lingkungannya sehingga dapat mencegah terjadinya DHF.