DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN TERAPI OKUPASI AKTIVITAS MENGGAMBAR PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERUBAHAN SENSORI PERSEPSI: HALUSINASI AUDITORIK DI DUSUN MORKOLAK BARAT DESA KRAMAT BANGKALAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
JALALUDDIN, TRIANA JAMALIYAH
Subject
HD28 Management. Industrial Management 
Datestamp
2022-01-21 04:24:10 
Abstract :
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana klien mengalami perubahan sensori persepsi, seperti merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghidung. Klien berespon terhadap rangsangan yang tidak nyata, yang hanya dirasakan oleh klien dan tidak dapat dibuktuikan kebenarannya. Jika tidak ditangani, maka klien akan mengancam diri sendiri atau orang lain. Salah satu terapi yang digunakan yaitu terapi okupasi aktivitas menggambar. Tujuannya mengetahui penerapan terapi okupsi aktivitas menggambar pada klien skizofrenia dengan masalah keperawatan perubahan sensori persepsi: halusinasi auditorik di dusun morkolak barat desa kramat bangkalan. Desai penelitian menggunakan studi kasus dilakukan 2 klien dengan masalah keperawatan gangguan sensori persepsi: halusinasi auditorik. Metode pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian keperawatan jiwa dengan melakukan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel dengan perbandingan 2 klien. melakakukan asuhan keperawatan jiwa selama 9 hari dan terapi okupasi aktivitas menggambar diberikan selama 6 hari sebanyak 6 kali selama 35 menit. Desai penelitian menggunakan studi kasus dilakukan 2 klien dengan masalah keperawatan gangguan sensori persepsi: halusinasi auditorik. Metode pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian keperawatan jiwa dengan melakukan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel dengan perbandingan 2 klien. melakakukan asuhan keperawatan jiwa selama 9 hari dan terapi okupasi aktivitas menggambar diberikan selama 6 hari sebanyak 6 kali selama 35 menit. Kesimpulan penelitian ini adalah pada klien halusinasi auditorik merasa tidak lagi takut, ekspresi wajah tidak cemas dan tampak senang. Terkadang klien masih tersenyum dan berbicara sendiri masih muncul, akan tetapi frekuensinya masih jarang. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya