DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG GELATIK RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
SEPUTRI, ADINA PURBADINI
Subject
RT120.R4 Rehabilitation Nursing 
Datestamp
2022-01-24 01:44:27 
Abstract :
Halusinasi adalah suatu gejala gangguan jiwa dimana pasien merasakan suatu stimulus yang sebenarnya tidak terjadi. Halusinasi termasuk kasus terbesar dalam gangguan jiwa, banyaknya masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa halusinasi tidak tahu bagaimana mengatasi halusinasi tersebut. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk mengontrol halusinasi yaitu adalah penerapan acceptance and commitment therapy (ACT). Terapi ACT tidak bisa untuk mengurangi, mengubah, dan menghindari pengalaman pribadi seseorang tetapi ACT mengajarkan tentang teknik penerimaan dan komitmen terhadap pengalaman dan perasaan pasien. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menerapkan acceptance and commitment therapy (ACT) pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran di ruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan pada satu pasien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran. Metode pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian keperawatan jiwa dengan melakukan wawacara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk naratif Hasil penelitian selama dilakukan penerapan acceptance and commitment therapy (ACT) pada pasien dengan halusinasi pendengaran selama 9 hari menunjukkan bahwa pasien mampu mengontrol halusinasi didapatkan hasil pasien mampu menerima keadaan yang dihadapi sehingga bisa berkomitmen dengan menghindari berulangnya perilaku buruk. Simpulan pada studi kasus ini penerapan acceptance and commitment therapy (ACT) dapat membantu pasien dalam mengontrol halusinasinya. Diharapkan untuk tenaga kesehatan dapat menerapkan acceptance and commitment therapy (ACT) sebagai salah satu metode dalam mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya