DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN HIDROTERAPI (RENDAM KAKI AIR HANGAT) PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF DI RT 04 RW 03 RUNGKUT KIDUL MAJEMUK SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
HIDAYAH, NURUL KAMILATUL
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2022-01-24 02:53:19 
Abstract :
Lansia sangat rentan akan penyakit. Salah satu penyakit yang sering dialami lansia yaitu penyakit hipertensi, masalah yang sering muncul pada hipertensi adalah menurunnya suplai oksigen ke otak akibat otak yang akan mengakibatkan resiko perfusi serebral tidak efektif. Pada gangguan perfusi serebral tidak efektif dijumpai adanya peningkatan tekanan intrakranial dengan tanda klinis berupa nyeri kepala yang tidak hilang-hilang, tengkuk leher sakit, cemas, dan gelisah. Lansia yang mengalami penyakit hipertensi kebanyakan hanya mengetahui pengobatan secara farmakologi dan tidak mengetahui adanya pengobatan secara non farmakologi yang mampu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penerapan Hidroterapi (rendam kaki air hangat)Pada Lansia Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Di RT 04 RW 03 Rungkut Kidul Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus melalui asuhan keperawatan pada dua pasien yang mengalami hipertensi dengan masalah keperawatan resiko perfusi serebral tidak efektif serta melakukan pengkajian, diagnosis, rencana tindakan, tindakan keperawatan, dan evaluasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Hasil pengkajian pada Ny.S dan Ny.Mselama ini mengeluh sakit kepala, pusing, nyeri di tenguk leher dan gelisahserta cemas akan keadaannya, dari 2 klien tersebut didapatkan diagnosa resiko perfusi serebral tidak efektif, sehingga intervensi yang diberikan adalah penerapan Hidroterapi (rendam kaki air hangat) 1x sehari selama 8 hari sesuai standar operasional prosedur. Evaluasi didapatkan kedua klien mengalami penurunan tekanan darah yang awalnya tinggi menjadi normal. Simpulan hasil penelitian menunjukkan metode penerapan Hidroterapi (rendam kaki air hangat) dapat menjadi alternatif lansia dalam melakukan terjadinya resiko perfusi serebral tidak efektif untuk menurunkan tekanan darah. Sarannya diharapkan perawat dapat melaksanakan hidroterapi (rendam kaki air hangat) dalam rangka mendukung program kesehatan masyarakat supaya penderita hipertensi menyelesaikan masalah penyakitnya secara mandiri yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya