Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
PITOYO, MOHAMMAD ILYAS FEBRI
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-01-24 03:33:29
Abstract :
Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit
yang ditandai dengan gejala sesak napas yang disebabkan oleh kebiasaan
merokok, penyakit infeksi, genetik dan polusi udara atau partikel lainnya. Pada
penelitian sebelumnya menjelaskan merokok merupakan faktor utama terjadinya
PPOK, molekul-molekul dalam rokok dapat menyebabkan peradangan dan
memberbanyak sekresi mukus dibronkus, sehingga terjadi kerusakan silia dan
alveoli diparu. Pada pasien PPOK untuk mengetahui dosis kumulatif rokok yang
dikonsumsi oleh seorang perokok berdasarkan jumah rokok yang dihisap per hari
dikalikan dengan jumlah tahun merokok menggunakan Indeks Brinkman,
kemudian untuk mengukur morbiditas yang ditimbulkan oleh sesak napas pada
kegiatan sehari-hari maka menggunakan Skala mMRC (Modified Medical
Research Council). Tujuan: Menganalisis hubungan derajat merokok berdasarkan
indeks brinkman dengan derajat sesak napas berdasarkan skala mMRC pada
pasien PPOK. Metode: Pencarian literatur sistematis dilakukan di Nasional
Center for Biotechnology Information (NCBI) dan google Schoolar dengan
Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Brinkman Index, mMRC sebagai kata
kunci pencarian. Sebanyak 203 jurnal telah ditinjau, sepuluh jurnal diidentifikasi
sebagai relevan untuk dilakukan tinjauan sistematis . Hasil: Pada identifikasi
derajat merokok berdasarkan indeks brinkman didapatkan hasil terbanyak pada
perokok berat dan pada identifikasi derajat sesak napas berdasarkan skala mMRC
didapatkan terbanyak pada skala 2 dan skala 3, kemudian pada hasil analisis dari
sepuluh jurnal yang dilakukan dengan uji spearman didapatkan nilai p>0,005.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan derajat merokok berdasarkan indeks brinkman
dengan derajat sesak napas berdasarkan mMRC pada pasien PPOK.