DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN DERAJAT INFLAMASI DENGAN DERAJAT DISPLASIA SEL EPITEL SKUAMOSA POST INDUKSI 7,12-DIMETILBENZ(a)ANTRASENA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
PUSPANINGTYAS, AISYAH WANDA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-01-24 04:49:31 
Abstract :
Displasia berarti pertumbuhan dan diferensiasi abnormal pramaligna yang dapat menandakan peningkatan risiko kejadian Karsinoma Sel Skuamosa (KSS). Kondisi inflamasi menjadi faktor yang dapat memperparah displasia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan derajat inflamasi dengan derajat displasia sel epitel skuamosa post induksi 7,12-dimetilbenz(a)antrasena (DMBA). Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 23 blok parafin Rattus norvegicus dengan induksi DMBA. Kemudian dilakukan pengamatan gambaran histopatologi derajat inflamasi dan derajat displasia sel epitel skuamosa. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan analisis bivariat menggunakan uji Spearmen. Hasil penelitian menunjukan hampir setengahnya (39.1%) memiliki derajat inflamasi ringan dan sebagian besar (52,2%) memiliki derajat displasia sel epitel skuamosa berat dari seluruh sampel yang diamati. Hasil uji statistik Rank Spearman dengan menggunakan SPSS 23 didapat nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,009. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan derajat inflamasi dengan derajat displasia sel epitel skuamosa post induksi DMBA. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya