DETAIL DOCUMENT
PENDETEKSIAN FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT MELALUI ANALISIS FRAUD PENTAGON THEORY DENGAN MANAGEMENT LABA SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
SARI, PUSPA SETIA ARUM
Subject
HB Economic Theory 
Datestamp
2023-03-29 08:10:41 
Abstract :
Fraudulent financial statement merupakan kesenjangan ataupun kelalaian dalam laporan keuangan yang disajikan tidak sesuai dengan prinsip akuntansi untuk mengecoh dan menyesatkan para pengguna laporan keuangan. Terdapat beberapa pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan, salah satunya yaitu model fraud pentagon theory dari Crowe Horwath. Lima faktor dalam fraud pentagon theory adalah Pressure (financial stability, financial target, external pressure, nature of industry), Opportunity (ineffective monitoring, kualitas auditor eksternal), Rationalization diproksikan dengan change in auditor, capability diproksikan dengan pergantian direksi perusahaan serta arrogance yang diproksikan dengan frequent number of CEO?s picture. Penelitian ini bertujuan menemukan bukti empiris adanya pengaruh fraud pentagon theory terhadap fraudulent financial statement dengan manajemen laba sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2018. Pendeteksian adanya kemungkinan kecurangan laporan keuangan diukur dengan F-Score model dan Moderated Regression Analysis (MRA). Penelitian ini menggunakan teknik sampling Purposive Sampling dengan sampel 13 perusahaan dan 78 data laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan fraud pentagon theory berpengaruh positif signifikan terhadap fraudulent financial statement, hasil uji MRA menunjukan bahwa secara simultan manajemen laba dapat memperkuat adanya pengaruh fraud pentagon theory terhadap fraudulent financial statement, sedangkan secara parsial financial stability, financial target, external pressure, nature of industry, ineffective monitoring, pergantian direksi perusahaan dan frequent number of CEO?s picture tidak berpengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement, namun kualitas auditor eksternal dan change in auditor berpengaruh positif signifikan terhadap fraudulent financial statement. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya