Abstract :
Dermatitis atopik (DA) adalah masalah peradangan kulit yang kronis residif,
yang ditandai dengan papul, rasa gatal, eritema, dengan batas tidak tegas, edema,
vesikel, dan madidans pada stadium akut dan terjadi penebalan kulit (likenifikasi) pada
stadium kronik. Distribusinya di bagian tubuh tertentu terutama di wajah pada bayi
(fase infantil) dan bagian lipatan fleksural ekstremitas. Sering terjadi pada anak-anak,
menghilang saat remaja tetapi ada juga yang menetap sampai dewasa. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko penyakit dermatitis atopik
menggunakan systematic literature review. Sampel pada penelitian ini adalah 20 jurnal
internasional yang berkaitan dengan prevalensi dan faktor risiko DA sesuai dengan
kriteria sampel yang diketahui sebelumnya. Hasil penelitian terkait dengan prevalensi
DA hasilnya adalah bermacam-macam tergantung tempat dimana penelitian dilakukan.
Berdasarkan usia DA lebih sering terjadi pada anak-anak dengan persentase 10,7%
pada usia 0-17 tahun. Berdasarkan jenis kelamin DA pada perempuan lebih banyak
dengan presentase 62,37% dan pada laki-laki 37,63. Sedangkan berdasarkan pekerjaan
DA sering terjadi pada pekerja yang sering terpapar bahan-bahan alergen seperti debu,
ibu rumah tangga yang sering terpapar debu rumah juga lebih rentan terkena DA.
Pekerja dapur didapatkan presentase 32,3% menderita DA dengan gejala gatal di
tangan. Penyakit-penyakit infeksi seperti asma, rhinitis alergi merupakan salah satu
faktor risiko DA, alergi makanan, alergi debu, faktor pekerjaan, genetik, dan riwayat
penyakit keluarga yang terkena DA sebelumnya juga diduga merupakan faktor risiko
terjadinya DA.