Abstract :
Imunisasi merupakan upaya preventif yang masih diprioritaskan karena sebagian besar Provinsi di Indonesia memiliki cakupan imunisasi yang kurang dari target Renstra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor karakteristik ibu terhadap status imunisasi dasar pada anak usia 12-23 bulan di Indonesia. Penelitian mengunakan jenis observasional analitik dengan desain cross- sectional. Populasi penelitian yaitu anak usia 12-23 bulan dengan jumlah sampel 3.363 responden data SDKI 2017. Analisis data mengunakan analisis bivariat uji regresi logistik sederhana (? = 0,05) dan analisis multivariat uji regresi logistik berganda metode enter. Hasil penelitian cakupan imunisasi pada anak usia 12-23 tahun 2017 sebesar (59,60%) hepatitis B (83,4%), BCG (90,1%), DPT-HB-Hib 1 (87,9%), DPT-HB- Hib 2 (83,1%), DPT-HB-Hib 3 (75,6%), polio 1 (90,3%), polio 2 (88,2%), polio 3 (82,2%), polio 4 (71,8%), dan campak (78,4%). Terdapat pengaruh usia (p = 0,005), pendidikan (p = 0,000), status ekonomi (p = 0,000) dan jumlah anak (p = 0,000) terhadap status imunisasi, sedangkan pekerjaan ibu (p = 0,076) tidak berpengaruh terhadap status imunisasi. Ibu yang berusia <22, pendidikan 2 memiliki peluang status imunisasi anaknya tidak lengkap sebesar 50,5%. Status ekonomi dengan nilai OR (1,402) memiliki pengaruh yang dominan terhadap status imunisasi anak. Karakteristik ibu yang berpengaruh terhadap status imunisasi meliputi usia, pendidikan, status ekonomi dan jumlah anak ibu. Status ekonomi memiliki pengaruh paling dominan terhadap status imunisasi, sehingga perlu edukasi terhadap ibu mengenai imunisasi, serta mempromosikan pada ibu tentang imunisasi gratis di Posyandu atau dapat menggunakan BPJS kesehatan di beberapa tempat pelayanan kesehatan.