DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN SELF ACCEPTANCE DENGAN KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RSI A. YANI SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
HABIBAH, SYAFIYAH UMMU
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2022-01-25 02:01:09 
Abstract :
Masalah kesehatan pada penderita pasien gagal ginjal kronik yang berkaitan dengan penerimaan diri yang rendah cenderung menyebabkan pasien tidak memiliki kemauan untuk menjalani pengobatan dan patuh pada jadwal terapi hemodialisa sebagai upaya kesembuhannya. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan self acceptance dengan kepatuhan menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal di RSI Ayani Surabaya. Desain penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa di RSI A. Yani Surabaya sebesar 80 pasien dan besar sampel sebesar 36 responden dengan teknik simple random sampling. Variabel independen penelitian ini adalah self acceptance dan variabel dependen adalah kepatuhan menjalani hemodialisa. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukan responden yang menjalani hemodialisa di RS AYani Surabaya sebagian besar (52,8%) memiliki self acceptance yang rendah dan sebagian besar (58,3%) juga memiliki kepatuhan yang rendah. Hasil uji Chi Square dengan nilai kemaknaan ? = 0,05. Didapatkan nilai p=0,008 yang berarti p < ? maka H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara self acceptance dan kepatuhan pasien gagal ginjal yang menjalankan hemodialisa di RSI A. Yani Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah self acceptance berbanding lurus dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa. Semakin tinggi self acceptance pasien, maka kepatuhan pasien gagal ginjal dalam menjalani hemodialisa juga semakin tinggi. Keluarga dapat memberi dukungan sosial untuk meningkatkan self acceptance pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya