DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR ANEKA INDUSTRI YANG MENGIKUTI PROPER DAN TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2016-2019)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
YOLANDASARI, ANISSA RAMADHITA
Subject
HD28 Management. Industrial Management 
Datestamp
2022-01-25 04:28:33 
Abstract :
Penelitian tentang kinerja lingkungan, kinerja keuangan dan Corporate Social Responsibility (CSR) sangat menarik untuk dibahas karena ketidakpastian dari hasilnya. Atas dasar tingginya perusahaan dalam menghasilkan laba dengan tujuan untuk menarik para investor tanpa mempedulikan lingkungan dan masyarakat di sekitar operasional perusahaannya mendorong peneliti untuk menggunakan Corporate Soacial Responsibility (CSR) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan dengan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai variabel moderasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berpartisipasi dalam PROPER periode 2016-2019 dengan 16 observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan evaluasi outer model dan inner model oleh perangkat lunak WarpPLS versi 7.0. Kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan ROE dan NPM, sedangkan kinerja lingkungan diukur menggunakan peringkat PROPER dan CSR diukur dengan Indeks CSR. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1a) kinerja lingkungan berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan dengan proxy ROE, (1b) kinerja lingkungan berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan dengan proxy NPM (2a) pengungkapan CSR tidak dapat memoderasi pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan dengan proxy ROE dan (2b) pengungkapan CSR tidak dapat memoderasi pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan dengan proxy NPM. Hal ini dimungkinkan karena pasar di Indonesia masih belum efisien dan para investor tidak menggunakan laporan tahunan secara komprehensif. Peringkat lingkungan yang disertai dengan pengungkapan dapat menjadi sinyal negatif bagi pasar. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya