Abstract :
Pendidikan disekolah sangatlah penting untuk anak. Karena selain mendapatkan ilmu dari
materi yang diberikan guru disekolah, anak juga belajar bersosialisasi dengan teman-teman
sebayanya. Hal ini akan melatih anak untuk dapat bekerja sama dengan orang lain. Keadaan kelas
juga sangat mempengaruhi minat anak dalam belajar. Suasana kelas yang nyaman dapat membuat
anak lebih bersemangat dalam belajar. Suasana kelas yang bersih dan nyaman dapat membuat anak
lebih bersemangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran .
Keadaan kelas kadang kurang nyaman ketika ada terlalu banyak siswa dalam satu kelas.
Karena guru akan lebih sulit mengontrol siswa satu persatu. Keadaan seperti ini sering dialami guru
kelas yang memiliki siswa lebih dari 30 orang dalam satu kelasnya. Hal tersebut dapat ditemui
disekolah-sekolah yang ada dipedesaan. Ini terjadi karena keterbatasan jumlah guru maupun
jumlah gedung yang kurang memadai. Untuk mengatasi hal tersebut perlu digunakan metode-
metode belajar tertentu yang sesuai dengan keadaan kelas.
Selain keadaan kelas, hal yang menjadi kendala dalam belajar adalah cara yang digunakan
untuk belajar. Sering kali guru hanya menyampaikan materi sesuai buku ajar saja tanpa adanya
inovasi lain untuk mempermudah siswa dalam belajar. Contohnya pada pembelajaran tematik. Bila
siswa hanya dihadapkan pada banyak model pembelajaran , siswa akan sulit memahami pelajaran.
Untuk itu dibutuhkan model pembelajran yang menarik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Supaya siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Dari uraian diatas hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah guru
dapat menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok. Model investigasi kelompok
merupakan model pembelajaran sosial yang dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerjasama
dengan serangkaian kesepakatan sosial. Melalui kesepakatan-kesepakatan inilah siswa
mempelajari pengetahuan akademis dan mereka melibatkan diri dalam pemecahan masalah sosial
(Hermawan, 2006). Keunggulannya guru dapat mengawasi siswa dengan lebih mudah, siswa juga
dapat lebih bertanggungjawab terhadap kelompoknya. Sehingga keadaan dan suasana kelas dapat
lebih kondusif. Selain itu model pembelajaran ini juga melatih siswa untuk bersosialisasi dan
bekerjasama dengan orang lain.
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti ingin melakukan penelitian tindakan kelas (PTK),
guna memperbaiki masalah yang ada pada pembelajaran tersebut agar dapat lebih baik lagi
sehingga siswa mampu meningkatkan aktivitas siswa pada pembelajaran tematik serta dapat
mengikuti pembelajaran dengan aktif , kreatif, dan menyenangkan. PTK adalah penelitian yang
dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk
memperbaiki kinerjanya sebagai guru. penelitian ini mengambil judul ?MENINGKATKAN
AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV SD NEGERI
SEMBUNG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK.
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi
langsung. Teknik observasi langsung adalah cara pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti
saat penelitian tindakan berlangsung dalam pembelajaran. Menurut Sugiyono (2010:137), tujuan
utama observasi adalah untuk mengamati tingkah laku manusia sebagai peristiwa aktual, yang
memungkinkan kita memandang tingkah laku sebagai proses. Pengamatan dilakukan oleh peneliti
itu sendiri dengan dibantu alat tertentu dalam suatu penelitian. Berdasarkan teknik pengumpulan
data yang digunakan, maka alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
Lembar indikator, lembar indikator digunakan sebagai pedoman penelitian dalam melakukan pengamatan untuk
memperoleh data yang diinginkan. Lembar indikator tersebut adalah lembar indikator peserta
didik. Lembar ini digunakan untuk mengamati aktivitas fisik, aktivitas mental, dan aktivitas
emosional peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.
Berdasarkan data yang diperoleh dari lembar indikator peserta didik tentang peningkatan
aktivitas belajar, data yang dapat diperoleh rata-rata sebagai berikut: aktivitas belajar peserta didik
yang berhubungan dengan aktivitas fisik/jasmani pada pertemuan pertama rata-rata: 58,33 ,terjadi
peningkatan menjadi 63,33pada siklus 1 dan 79,27 pada siklus 2.Aktivitas belajar peserta didik
yang berhubungan dengan aktivitas mental/kognitif pada pertemuan pertama rata-rata:
55,00,Terjadi peningkatan menjadi 58,33 pada siklus 1 dan78, 93 pada siklus 2. Aktivitas belajar
peserta didik yang berhubungan dengan aktivitas emosional/sosial pada pertemuan pertama rata-
rata: 58,33 terjadi peningkatan menjadi 63,33 pada siklus 1 dan 77,6 pada siklus 2.