DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KEGIATAN BERMAIN BALOK TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK PADA KELOMPOK A USIA 4-5 TAHUN DI TK ISTIQBAL SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
KUSUMABUDI, CAESAVITRI AYU
Subject
LB1501 Primary Education 
Datestamp
2022-01-25 07:33:51 
Abstract :
Caesavitri, 2020, Pengaruh Kegiatan Bermain Balok Terhadap Kemampuan Sosial Emosional Anak Pada Kelompok A Usia 4-5 Tahun di TK Istiqbal Surabaya, Kuantitatif Deskriptif, Pendidikan Guru Paud, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Andini Hardiningrum, S.Pd., M.Pd Perkembangan sosial emosional memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia yang merupakan makhluk sosial. Peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan agar sikap sosial emosional anak usia dini berkembang sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan bermain balok terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Istiqbal Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskripsif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah (Home Visite) disebabkan adanya situasi Pandemic Covid-19. Teknik Analisa Data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan pada uji wilcoxon dengan diperolehnya nilai Asymp Sig (2tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yang berarti adanya pengaruh kegiatan bermain balok terhadap kemampuan sosial emosional anak pada kelompok A usia 4-5 tahun di TK Istiqbal Surabaya Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh dalam kegiatan bermain balok terhadap kemampuan sosial emosional anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Istiqbal Surabaya. Disarankan bagi para guru atau pendidik anak usia dini sebisa mungkin mampu menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak dan menyenangkan bagi anak. Sebisa mungkin guru atau pendidik harus menciptakan lingkungan yang tidak membosankan bagi anak agar anak dapat terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya