Abstract :
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank Umum Syariah dapat berjalan
dengan lancar jika kondisi bank berada dalam kategori sehat, hal ini sudah di
tentukan dalam PBI No.13/1/PBI/2011 untuk menilai kesehatan bank. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehatan Bank Umum Syariah
dengan menggunakan metode RGEC.
Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan
keuangan tahun 2014-2016 dari sebelas Bank Umum Syariah. Teknik analisis data
yang digunakan pada penelitian ini adalah metode RGEC dan analisis laporan
keuangan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan data kuantitatif. Faktorfaktor penilaian pada metode RGEC yaitu risk profile menggunakan indikator
pengukuran pada faktor risiko kredit (NPF) dan risiko likuiditas (FDR), good
corporate governance menggunakan data yang telah diolah dan diperoleh dari
masing-masing Bank Umum syariah (Hasil self assesment), earnings
menggunakan indikator pengukuran pada ROA, NIM, ROE, dan BOPO, capital
menggunakan indikator pengukuran pada CAR.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bank yang memiliki tingkat kesehatan
dalam kondisi sehat secara konsisten periode 2014 sampai 2016 adalah BCA
Syariah dan BNI Syariah. Sedangkan bank yang tergolong dalam kondisi cukup
sehat secara konsisten periode 2014 sampai 2016 adalah Bank Muamalat dan
Bank Victoria Syariah. Sedangkan bank yang lain tingkat kesehatannya cukup
fluktuatif yakni dalam kondisi sehat dan cukup sehat.