DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN PEMBERIAN HEPATOPROTEKTOR PADA PASIEN PENYAKIT HATI DI RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA JEMURSARI PERIODE 2015 - 2016
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
PRAWITO, R. RAYMOND WIDADYA
Subject
RC31-1245 Internal medicine 
Datestamp
2023-04-13 05:19:10 
Abstract :
Latar Belakang: Penyakit hati merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia sekitar 20 juta penduduk terserang penyakit hati menahun. Prevalensi penderita dengan infeksi hepatitis B di Indonesia yang berkisar 5-10% dan hepatitis C sekitar 2-3%. Menurut WHO, Indonesia negara yang memiliki prevalensi HBV yang tinggi, yaitu sebesar 10%. Obat herbal telah diterima secara luas di hampir seluruh negara di dunia. Menurut WHO, negara-negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan. Salah satu obat herbal yang sering digunakan dalam mengobati gangguan hepar seperti hepatitis adalah temulawak (Curcuma xanthorryza Roxb). Metode: Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional dengan data sekunder yang diambil dalam rentang waktu Januari 2015 sampai dengan Desember 2016. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan untuk data jenis kelamin laki-laki (66,2%) lebih banyak dibandingkan perempuan (33,8%), sedangkan untuk penyebaran data berdasarkan usia, pada pasien dengan penyakit hati nilai rerata usia 49,01 ± 16,149, untuk kelompok usia terbanyak adalah rentang usia 45-54 (26,5%), untuk jumlah diagnosis penyakit hati terbanyak adalah Hepatitis B (36,8%), untuk jumlah penggunaan hepatoprotektor terbanyak adalah curcumin (75%), untuk jumlah distribusi pemberian hepatoprotektor pada pasien penyakit hati terbanyak adalah curcumin pada penyakit Hepatitis B. Kesimpulan: Distribusi pemberian hepatoprotektor pada pasien penyakit hati terbanyak yaitu curcumin pada pasien Hepatitis B. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya