Abstract :
Latar Belakang: Hipoglikemia adalah salah satu komplikasi yang dihadapi oleh penderita
diabetes melitus.Tidak seperti nefropati diabetik ataupun retinopati diabetik yang berlangsung
secara kronis, hipoglikemia dapat terjadi secara akut dan tiba ? tiba serta mengancam jiwa.
Menurut penelitian sebelumnya pasien terbanyak yang mengalami hipoglikemi adalah pasien
yang menggunakan terapi sulfonylurea karena sulfonylurea termasuk obat yang mudah
didapat dan murah pada penderita DM tipe 2.Tujuan dari peneletian ini adalah untuk
mengetahui faktor risiko Hipoglikemia yang terjadi pada DM tipe 2 yang menggunakan
terapi sulfonylurea.
Metode : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross
sectionalserta menggunakan analiss uji chi square. Data diperoleh dari rekam medis dari
tahun 2014-2016 sebanyak 55 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple
random sampling.
Hasil : Berdasarkan uji statistic diperoleh data jenis kelamin wanita(56,4%) (p=0,0043), usia
60-74(65,5%) (p=0,013) dan gangguan fungsi ginjal (74,5%) (p=0,023) merupakan yang
paling banyak mengalami hipoglikemi dan juga terdapat hubungan yang bermakna.
Kesimpulan: Faktor risiko terbanyak pada kejadian hipoglikemi pada DM tipe 2 adalah
wanita, usia 60-74 , gangguan fungsi ginjal dan terdapat hubungan antara faktor risiko
tersebut.