Abstract :
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja pendapatan pada pemerintah daerah Kabupaten dan Kota se-provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2014-2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pendapatan pada pemerintah daerah Kabupaten dan Kota provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2014-2016. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis data dalam penelitian ini terbagi atas data menurut sumber dan menurut sifat.Data menurut sumber terbagi atas data primer dan data sekunder, sedangkan data menurut sifat terbagi atas data kualitatif dan data kuantitatif.Teknik data yang digunakan adalah teknik dokumentasi.Data diolah dan dianalisis menggunakan teknik analisis kinerja pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, analisis kinerja pendapatan jika dilihat dari Analisis Varians pendapatan secara keseluruhan rata rata realisasi pendapatannya dibawah jumlah yang dianggarkan sehingga selisih pendapatan yang diperoleh adalah selisih yang tidak diharapkan (unfavourable variance). Jika dilihat dari Analisis Derajat Desentralisasi dapat dikatakan sangat kurang karena skala interval yang diperoleh antara 00,00%-10,00% saja. Jika dilihat dari Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah dapat dikatakan sangat tinggi karena skala interval Rasio Ketergantungan Keuangan daerah yang diperoleh adalah >50,00%. Jika dilihat dari rasio Kemandirian Keuangan Daerah memiliki kemampuan daerah dengan predikat sangat kurang karena skala interval Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yang diperoleh antara 00,00%-10,00% saja. jika dilihat dari rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dikategorikan sangat efektif (>100%), kategori efektif (90%-100%), kategori cukup efektif (80%-90%) dan kategori kurang Efektif (60%-80%). Saran bagi pemerintah daerah Kabupaten dan Kota Se-provinsi Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkkan kinerja pendapatan daerah terutama pada bagian pendapatan, dalam hal ini Pendapatan Asli Daerah dengan menggalih dan mengelolah potensi daerahnya masing-masing, sehingga realisasi pendapatan setiap daerah dapat mencapai target yang dianggarkan, dan pendapatan diharapkan mengalami pertumbuhan secara positif, tingkat ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat menjadi lebih rendah juga kemandrian keuangan daerahnya semakin tinggi.