DETAIL DOCUMENT
Mewartakan Injil Sebagai Tugas Khas Imam menurut Kanon757 kitab Hukum Kanonik 1983
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Author
LEO, Yohanes Dionisius
Subject
B Philosophy (General) 
Datestamp
2019-10-18 03:16:08 
Abstract :
“Pergilahke seluruh dunia, beritakanlahInjil kepada segalamakhluk” (Mrk16:15). Kutipan teks Injil ini merupakan pesan yang disampaikan Yesus kepadamurid-murid-Nyasebelum Ia terangkat ke surga.Makna perkataan Yesus iniialahInjil sebagai kabar sukacita keselamatan, tidak saja diperuntukkan bagi orang-orangYahudi, tetapi juga bagi segala makhluk di segala penjuru. Bagi para murid Yesussendiri, amanat ini merupakan tugas mereka yang utama setelah Yesus tidak lagibersama mereka. Mereka mengemban tugas melanjutkan karya pewartaan Injil bagisegala bangsa.TugaspewartaanInjil tidak saja ditujukan kepada para muridYesus, tetapidiperuntukkan bagi semua orang yang telah bersatu sebagai anggota Gereja. Perintahyang diberikan kepadaDuabelas rasul untuk pergidan mewartakan Injil juga berlakuuntuk semua orang Kristen, meskipun dengan cara yang berbeda. Berkat sakramenpembaptisan, umat beriman Kristiani telah menjadi anggotaTubuh Kristus,terhimpun menjadiUmat Allah dan turut mengambil bagian dalam tiga tugas Kristusyakni sebagaiImam,Nabi danRaja.SebagaiImam, anggota GerejaUmat Allahmengemban tugas pengudusan.SebagaiNabi, Gereja diserahitugas pewartaan, dansebagaiRaja, Gereja mengemban tugas pelayanan. Usaha untuk mewartakan Injilkepada orang-orang zaman sekarang ini, yang didukung oleh sutau pengharapannamun sekaligus perasaan tertekan karena ketakutan dan kecemasan,merupakan xivsuatu pelayanan yang diberikan kepada jemaat Kristen dan juga kepada seluruh umatmanusia.Tugas mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan yangkhas bagiGereja. Tugas untuk mewartakanInjil kepada segala bangsa merupakanperutusan hakiki dari Gereja.Gereja ada untuk mewartakanInjil.Gerejapadagilirannya juga diutus oleh Yesus untuk mewartakan Kabar Baik.Gereja merupakanperpanjangan Yesus dan meneruskan kehadiran Yesus, lebih-lebih perutusan Yesusdan meneruskan kehadiran Yesus. Gereja adalah pewarta Injil, namun hal ini dimulaidengan menerima pewartaan itu sendiri. Setelah diutus dan diberi pewartaanInjil,maka Gereja sendiri mengutus para pewarta Injil.Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha pewartaan Injil dalam situasi zamansekarang merupakan suatu hal yang sangat mendesak. Dunia dewasa ini mengalamibegitu banyak perubahan yang semakin luas dan kompleks. Perubahan-perubahandimaksud terjadi dalam tata masyarakat, maupun dalam aspek psikologis, moral dankeagamaan. Di satu pihak, dapat ditemukan perkembangan dan kemajuan yang begitubesar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun di lain pihak, dapatdisaksikan pula situasi-situasi faktual yang begitu memprihatinkan yang dialami olehumat manusia. Ada berbagai ketimpangan sosial dan ketidakseimbangan yangdialami oleh umat manusia dewasa ini.Kemendesakan pewartaan Injil dalam situasi dunia zaman sekarang, turutdirasakan juga oleh Bapa-Bapa Konsili. Keadaan umat manusia yang serba baru danperubahan-perubahan yang meluas dan mendalam di dalam masyarakat zaman xvsekarang ini, menjadikan Gereja dipanggil secara lebih mendesak untukmenyelamatkan dan membarui semua ciptaan.Gereja dipanggil untuk membawaseluruh umat manusia menjadi satu keluarga dan satu umat Allah di dalam Kristus.Telah disinggung sebelumnya bahwa usaha mewartakanInjil merupakan suatupelayanan yang diemban oleh seluruh umat manusia.Namun sejatinya, tugaspewartaan Injil secara istimewa diemban oleh para uskup yang bekerja sama denganpara imam. Imbauan Apostolik Paus Paulus VI,Evangelii Nuntiandisecara jelasmenyatakan demikian:“Dalam kesatuan dengan Pengganti Petrus, para Uskup,yang merupakan penggantipara rasul, melalui kuasa tahbisan mereka menerima kewibawan untuk mengajarkankebenaran yang diwahyukan dalam Gereja. Mereka adalah guru-guru iman. Bersatudengan para Uskup dalam pelayanan penginjilan dan bertanggung jawab karenasuatu gelar khusus, ialah mereka yang karena tahbisan imamatnya ‘bertindak dalamPribadi Kristus’. Mereka adalah pendidik-pendidik umat Allah dalam iman danpengkhotbah-pengkhotbah, pada saat yang sama sekaligus juga menjadi pelayan-pelayan Ekaristi dansakramen-sakramen lainnya. Kita para Gembala olehkarenanya diajak untuk memperhatikan kewajiban ini, lebih daripada anggota-anggota lain dalam Gereja. Yang memberikan identitas pada pengabdian kita selakuimam, yang memberikan kesatuan mendalam terhadap seribu satu macam tugasyang menuntut perhatian kita hari demi hari sepanjang hidup kita, dan memberikansuatu ciri khas pada kegiatan-kegiatan kita, ialah tujuan ini, yang selalu ada dalamsegala perbuatan kita: Untuk mewartakan Injil Allah. Salah satu tanda identitas kitayang tidak boleh terhambat karena keragu-raguan dan t 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandira Kupang