Abstract :
Faktor antropogenik pada 3 fragmen di Taman Hutan Raya Prof. Ir Herman Johannes Buraen dapat mempengaruhi kondisi Kepentingan dan Distribusi Spesies Tumbuhan di kawasan penelitian ini. Pencuplikan dilakukan dengan teknik sistematis-stratifikasi obyektif. Pencuplikan ini dilakukan dengan memilih suatu titik acuan yakni di pertigaan Kupang-Buraen-Tesbatan pada kedudukan 123º50?392?BT dan 10º15?279?LS. Di setiap plot pada fragmen diletakkan 30 kuadrat yang masing-masing berukuran 200 m2 untuk pohon, 50 m2 untuk semak, dan 2 m2 untuk herba.Parameter diukur adalah kelimpahan individu, dbh, dan frekuensi, yang digunakan untuk menghitung INP. Hasil menunjukkan bahwa jumlah individu suatu spesies tumbuhan dalam suatu luasan tertentu, misalnya 100% individu/ha. Distribusi dari ketiga fragmentasi hutan yang diteliti yaitu dengan dominan nilai tertinggi (FKB = Fragmentasi Kotabes-Buraen: Xylosma chlorantha Det Mac dengan nilai penting 104.589%, Diospyros maritime BI dengan nilai penting 17.026%, Ficus septic Burm,f dengan nilai penting15.575%, Decaspernum humile (G Don) A,J.Scott dengan dengan nilai penting 14.233%. Dominan nilai tertinggi: FBT = Fragmentasi Buraen Tesbatan: Leea indica (Burmf) Merr) dengan jumlah tertinggi 34.426%; FTK= Fragmen Tesbatan Kotabes: Campreia manillana (BI). Merr dengan nilai tertinggi 37.901%, Decasper humile (G.Don) A.J.Scott dengan nilai 26.728%, Piper aduncum L. Dengan nilai 24.322%, Colocasia esculetum dengan nilai 22.773%. Jenis tumbuhan yang bernilai penting dan terdapat ke-tiga fragmen,yang terdapat paling banyak tumbuhan di setiap masing-masing plot paling banyak adalah yang fragmen pertama dan fragmen ke-dua. Fakta ini menunjukan bahwa kepentingan spesies tumbuhan bervariasi menurut fragmen dan distribusi spesies tumbuhan umumnya mengelompok.