Abstract :
Bicara tentang sejarah Kolam Susuk keberadaan objek wisata ini sudah ada sejak dahulu kala dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan hidupnya dengan menangkap ikan, udang, kepiting, dan lain-lain. Kolam ini terbentuk secara alami dan memiliki tanah yang berwarna putih. Sehingga kalau terkena sinar matahari airnya memantulkan cahaya yang berwarna putih seperti susu. Ini menjadi alasan mengapa sekarang nama objek wisata ini lebih sering disebut dengan nama kolam susu. Tetapi sebenarnya karena objek wisata ini dikelilingi oleh hutan bakau yang lebat menyebabkan banyak sekali terdapat nyamuk disekitar tempat ini, akhirnya masyarakat setempat kemudian menamai kolam tersebut dengan sebutan Kolam Susuk atau dalam bahasa Indonesia disebut kolam nyamuk. Kawasan Kolam Susuk ini akan menjadi investasi daerah apabila dapat dikembangkan menjadi tempat wisata yang unggul dalam hal memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada untuk kesejahteraan masyarakat sekitar, dengan memperhatikan dari beberapa aspek arsitektur berkelanjutan seperti aspek lingkungan hidup, budaya sosial, dan perekonomian suatu daerah, sehingga kedepannya tempat wisata ini dapat diwariskan kepada generasi mendatang dengan mengoptimalkan beberapa aspek tersebut. Maka konsep Arsitektur Berkelanjutan dipilih menjadi acuan dalam desain penataan obyek wisata Kolam Susuk.