Institusion
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Author
DUTING, Maria Magdalena Modiesta
Subject
BJ Ethics
Datestamp
2022-12-09 06:55:18
Abstract :
Tradisi Hole merupakan suatu upacara budaya masyarakat Sabu yang dilakukan secara massal demi kemakmuran manusia. Kegiatan ini dilakukan dalam bulan Banga Liwu, tepatnya antara pertengahan April-Juni. Bulan ini dianggap baik dengan membawa keuntungan, kegembiraan dan kesejahteraan. Dasarnya kegiatan Hole adalah pengantar hasil panen penduduk dan juga sebagai ungkapan terimakasih penduduk kepada leluhur. Penduduk membawa hasil panen menuju pulai Rai Jua yang diyakini sebagai tempat asal tanah untuk membentuk pulau Sabu. Hal ini berdasarkan atas penuturan sejarah dan merupakan suatu pandangan yang mengikat mereka bahwa tanah yang mereka usahakan sebagai ladang/ sawah dan lain sebagainya berasal dari Rai Jua, sehingga mewajibkan mereka menyerahkan hasil panen ladangnya kepada pihak pemilik asal tanah. Tradisi Hole memiliki tahapan kegiatan yang memiliki makna kesejahteraan hidup masyarakat. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengertian kebudayaan, Makna, Teori Interaksionisme Simbolik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif, objek penelitian ini adalah Tradisi Hole bagi masyarakat di Kelurahan Kuji Ratu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dn studi dokumen, dan melakukan analisis menggunakan teknik analisis data yaitu melakukan reduksi data, menyajikan data, dan menafsirkan ulang data, kemudian interpretasi data dilakukan dengan cara penafsiran data. Untuk menguji kebenaran data yang diperoleh, penulis menggunakan teknik pemeriksaan dan keabsahan data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis mendapat hasil bahwa Tradisi Hole mempunyai makna yaitu makna kesejahteraan. Masyarakat Kuji Ratu percaya bahwa dengan melaukan tradisi Hole pada saat bulan Banga Liwu (bulan gembira) mempunyai makna kesejahteraan hidup masyarakat. Oleh karena itu Tradisi Hole hanya dilakukan pada saat bulan tertentu dan satu kali dalam setahun. Penulis menyimpulkan, Tradisi Hole di Kelurahan Kuji Ratu mengandung 1 (satu) makna yaitu makna kesejahteraan. Dengan melakukn Tradisi Hole masyarkat Kuji Ratu percaya bahwa Tuhan, dan Para leluhur memberikan kehidupan yang baik dan damai untuk menuju kesejahteraan. Pada penelitian ini, penulis memberikan kesimpulan bahwa tradisi Hole memiliki tahapan kegiatan yang berbeda tapi memiliki satu makna yang sama yaitu kesejahteraan hidup masyarakat. Berdasarkan kesimpulan diatas penulis memberi saran kepada masyarakat Kuji Ratu agar tetap mempertahankan dan melestarikan kebudayaan masyarakat Kuji Ratu yaitu Tradisi Hole kepada setiap generasi masyarakat Kuji Ratu.