Abstract :
Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di Negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebab infeksi yaitu bakteri. Infeksi bakteri didapat dari komunitas maupun nosokomial. Penyakit infeksi seperti bisul dan jerawat yang sering terjadi disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit infeksi luka kulit yaitu kelor (Moringa oleifera L.) yang secara empiris daunnya mampu menyembuhkan penyakit infeksi luka kulit namun perlu dilakukan pembuktian secara laboratoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 yang bertempat di Laboratorium Mikrobiologi UNWIRA dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola The Post Test Only Control Group Design dengan menggunakan 5 Perlakuan (P0= 0 g/ml, P1=2,5 g/ml, P2=5,0g/ml, P3=7,5g/ml, P4=10 g/ml), yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus terbukti dengan tidak adanya zona hambat disekitar kertas cakram baik pada konsentrasi 2,5 g/ml, 5,0 g/ml, 7,5 g/ml dan 10 g/ml. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah secara laboratoris ekstrak daun kelor pada konsentrasi 2,5 g/ml, 5,0 g/ml, 7,5 g/ml, dan 10 g/ml tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro,terbukti dengan tidak adanya zona hambat disekitar kertas cakram yang direndam ekstrak daun kelor.