Abstract :
Seiring meningkatnya jumlah kendaraan dari tahun ke tahun baik dari segi jumlah dan beratnya,membutuhkan struktur jalan yang harus ditingkatkan pula sehingga mampu memikul beban kendaraan yang melewatinya sesuai perkembangan lalu lintas. struktur lapis perkerasan lentur dengan campuran beraspal panas yaitu campuran yang terdiri atas kombinasi agregat yang di campur dengan aspal dalam keadaan panas, pencampuran dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan agregat terselimuti aspal dengan seragam. Ketersedian bahan agregat untuk pembangunan konstuksi perkerasan jalan di Districk Manufahi berasal dari Quarry Manufahi dan untuk pembangunan konstruksi perkerasan jalan di Distric Dili salah satunya berasal dari Quarry Montana Diak,dan jumlah material dari kedua Quarry sangat banyak. Data- data yang diperoleh dari hasil pengujian di Laboratorium dari kedua Quarry yaitu agregat kasar dan agregat halus.Dari hasil pengujian material Quarry Manufahi, untuk penyerapan air agregat kasar batu pecah ¾â€diperoleh nilainya 1,062% dan batu pecah ½†diperoleh nilai 1,179% dan penyerapan air untuk agregat halus pasir memperoleh nilai sebesar 2,955% dan abu batu diperoleh nilainya sebesar 2,554%. Nilai keausan/abrasi sebesar 23,01%. Hasil pengujian material Quarry Montana Diak, untuk penyerapan air agregat kasar batu pecah ¾â€diperoleh nilainya 1,647% dan batu pecah ½†diperoleh nilai 2,018% dan penyerapan air untuk agregat halus pasir memperoleh nilai sebesar 2,849% dan abu batu diperoleh nilainya sebesar 2,564%.Nilai keausan/abrasi sebesar 25,43%.Nilai Kadar Aspal Optimum dari kedua Quarry untuk Campuran Laston AC-WC dengan menggunakan bahan agregat kasar batu pecah ¾†dengan ukuran max. 19,05 mm (15,00% ), batu pecah ½†dengan ukuran max. 12,50 mm (35,00%) dan abu batu (50,00%), Quarry manufahi memperoleh nilai sebesar 6,00%. Dan untuk Quarry Montana Diak mendapat nilai sebesar 6,20%.