Institusion
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Author
MINGOTU, Martha Juningsih
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2020-01-07 05:26:08
Abstract :
Desa Mata Air-Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, mengalami suatu kondisi dimana ketersediaan air bersih kurang tercukupi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, masyarakat menggunakan sumber air tanah dangkal (sumur gali) namun tidak semua warga memiliki sumur. Saat musim kemarau sumur yang digunakan warga menjadi kering sehingga banyak masyarakat menggunakan tangki air untuk menunjang kebutuhan air bersih. Desa Mata Air-Tarus sangat membutuhkan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Melalui Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Irigasi Air Tanah Di Pulau Timur dan Kepulauan yaitu sumur dengan debit air 6,23 liter/detik (pumping test).
Untuk itu diperlukan “Perencanaan Jaringan Air Bersih Di Desa Mata Air-Tarus Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang†Sesuai dengan proyeksi pertumbuhan penduduk dengan menggunakan metode geometrik untuk 10 tahun rencana yang akan datang (2027), terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 11.012 jiwa dengan kebutuhan air sebesar 412.956 liter/detik. Namun dalam kenyataannya debit air hanya mampu melayani 2.200 jiwa dengan debit 67.287 liter/hari dan total hidran umum sebesar 11 unit.
Sistem distribusi menggunakan sistem pompa dan gravitasi dengan jaringan yang direncanakan menggunakan pipa (Galvanized Iron Pipe) GIP untuk pipa transmisi sedangkan
pipa distbusi menggunakan pipa (Hight Density Poly Ethylene) HDPE karena tahan lama, membentuk sambungan bersama yang kuat, bebas korosi dan tahan larutan kimia dengan type PE80 PN10 NOD 90 ID 76,3 mm. Sisa tekanan ke hidran umum 11 sebesar 19,013 meter. Dengan bantuan 2 pompa, pompa 1 dari sumur ke reservoir 1 menggunakan pompa submersible Franklin dan pompa 2 dari reservoir 1 ke reservoir 2 menggunakan pompa submersible Lorentz.