Abstract :
Penerapan asas konservatisme akuntansi secara konsisten akan menyempitkan
peluang terjadinya kecurangan tipe pembengkakan laba, yang merupakan sebuah
ilusi padang pasir dari perusahaan pihak pelaku kecurangan kepada para calon
investor, sampai angka terkecil. Konservatisme akuntansi adalah asas kewaspadaan
mengenai ketidakpastiaan masa depan dengan mencepatkan pengakuan beban,
melambatkan pengakuan pendapatan, menaikkan evaluasi utang dan menurunkan
evaluasi aktiva, sehingga akan mengurangi optimisme berlebihan. Penelitian ini
mengampu tujuan untuk menganalisis pola pengaruh baik secara sendiri-sendiri
maupun bersama-sama, risiko litigasi, leverage, financial distress dan growth
opportunities terhadap konservatisme akuntansi pada populasi perusahaan
transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Sampel
penelitian sebanyak 24 perusahaan diseleksi melalui metode purposive sampling
atas kriteria tertentu dari total 39 perusahaan. Prosedur analisis data memanfaatkan
analisis regresi berganda parametrik yang mensyaratkan wajibnya 4 pra uji asumsi
klasik melalui bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian simultan
memaparkan angka signifikansi 0,001 < 0,05 yang menunjukkan bahwa risiko
litigasi, leverage, financial distress dan growth opportunities berpengaruh terhadap
konservatisme akuntansi. Hasil penelitian parsial memaparkan angka signifikansi
financial distress 0,003 < 0,05 yang menunjukkan bahwa financial distress
berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Sedangkan angka signifikansi
risiko litigasi 0,286 > 0,05, leverage 0,262 > 0,05 dan growth opportunities 0,822
> 0,05 yang menunjukkan bahwa risiko litigasi, leverage dan growth opportunities
berpengaruh tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi.