Abstract :
Setiap tahun rasio pengukuran nilai perusahaan, debt to equity ratio dan net profit
margin pada perusahaan manufaktur subsektor farmasi selalu berfluktuasi. Hal ini
dapat dilihat dari laporan keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Perusahana didirikan dengan tujuan jangka panjangnya adalah untuk meningkatkan
nilai perusahaan dan tujuan jangka pendeknya adalah untuk meningkatkan laba
perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi akan menarik minat para investor untuk
menanam saham sehingga dapat meningkatkan keuangan perusahaan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh debt to equity ratio dan net profit margin
terhadap nilai perusahaan di Bursa Efek. Jumlah populasi dalam penilian ini
sebanyak 9 perusahaan manufaktur subsektor farmasi yang tercatat di Bursa Efek
tahun 2014-2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data
sekunder. Data dalam penelitian ini diperoleh dari website resmi Bursa Efek
Indonesia dan kantor IDX perwakilan Kepulauan Riau. Data yang telah diperoleh
diolah dengan metode analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis. Metode analisis
yaitu regresi linear berganda. Dan kemudian diolah menggunakan software SPSS
versi 22. Hasil uji T atau pengujian secara parsial menyatakan bahwa debt to equity
ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Dengan nilai t hitung sebesar
5,421 dan t tabel sebesar 1,694 maka nilai t hitung > t tabel, begitu juga dengan net profit
margin berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan nilai t hitung
sebesar 2,119 dan t tabel sebesar 1,694 maka dapat diperoleh nilai t hitung > t tabel. Hasil
uji F adalah secara simultan debt to equity ratio dan net profit margin berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan nilai nilai F hitung sebesar 19,459 dan
F tabel yaitu sebesar 3,29 maka dapat diperoleh F hitung > F tabel.