Abstract :
Opini audit yang dikeluarkan oleh auditor pada laporan tahunan perusahaan menjadi
suatu tolok ukur investor dalam mempertimbangkan keputusan berinvestasi. Asumsi
yang diterima dari auditor eksternal dalam menilai apakah perusahaan memiliki
keraguan atas kemampuannya untuk melanjutkan kelangsungan usaha adalah opini
audit going concern. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk melaksanakan
pengujian tentang pengaruh debt default, reputasi kantor akuntan publik, dan opini
audit tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern. Populasi yang dijadikan
objek penelitian ialah perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia dengan jangka waktu pengamatan dari tahun 2014 - 2018.
Teknik penyeleksian sampel dengan menerapkan teknik purposive sampling dan hasil
pemilihan tersebut diperoleh sebanyak 10 perusahaan. Data penelitian menggunakan
data sekunder melalui website www.idx.co.id. Model regresi logistik adalah metode
penelitian yang digunakan untuk penelitian ini, berhubungan variabel terikat pada
penelitian yang diteliti berupa variabel dummy. Pengujian data menggunakan aplikasi
SPSS versi 26. Hasil pengujian hipotesis adalah secara parsial variabel debt default
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap opini audit going concern, reputasi
kantor akuntan publik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap opini audit
going concern, dan opini audit tahun sebelumnya tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap opini audit going concern. Hasil pengujian hipotesis variabel
independen debt default, reputasi kantor akuntan publik, dan opini audit tahun
sebelumnya secara simultan berpengaruh terhadap opini audit going concern. Hasil
pengujian juga menunjukkan variabel debt default, reputasi kantor akuntan publik,
dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh terhadap opini audit going concern
dengan nilai determinasi sebesar 65,8%, sisanya sebesar 34,2% dipengaruhi oleh
variabel lain selain dari variabel bebas dalam penelitian ini.