Abstract :
Setiap perusahaan pasti memiliki suatu persediaan karena persediaan adalah suatu
aktiva yang menempati posisi yang cukup penting bagi suatu perusahaan
manufaktur. Dengan adanya persediaan pada perusahaan manufaktur, suatu
perusahaan dapat mengolah yang tadinya hanya suatu bahan mentah kemudian
dapat diproses menjadi barang jadi yang dapat dijual kepada pelanggan. Pada
kesempatan ini penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan
dan variabilitas persediaan terhadap metode penilaian persediaan perusahaan
manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Penelitian ini
menggunakan 21 perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia, sehingga diperoleh sebanyak N=105 sampel yang menjadi pusat
penelitian ini. Metode yang digunakan untuk pemilihan sampel dalam penelitian
ini menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang
digunakan didalam penelitian ini menggunakan analisis data regresi logistik
dengan alat bantu aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian untuk uji hipotesis
parsial menunjukkan bahwa nilai hitung ukuran perusahaan 0,042 < 0,05 (nilai
signifikansi alpha) sehingga ukuran perusahaan berpengaruh terhadap metode
penilaian persediaan. Nilai hitung variabilitas persediaan 0,056 > 0,05 (nilai
signifikansi alpha) sehingga variabilitas persediaan tidak berpengaruh terhadap
metode penilaian persediaan. Apabila dilakukan dengan uji hipotesis silmutan,
bahwa nilai hitung ukuran perusahaan dan variabilitas persediaan 0,004 < 0,05
(nilai signifikansi alpha) sehingga secara bersama-sama ukuran perusahaan dan
variabilitas persediaan berpengaruh terhadap metode penilaian persediaan