Abstract :
Perusahan dikategorikan likuid apabila persusahaan bisa membayar hutang
lancar pada saat telah sampai masanya. Likuiditas sangat diperlukan oleh setiap
perusahaan agar investor sebelum berinvestasi dapat menilai kesanggupan
perusahaan melunasi pinjaman jangka pendeknya. Perputaran persediaan,
perputaran piutang dan tingkat pertumbuhan penjualan yang baik dan ideal
dinantikan bisa mendukung perusahaan untuk menggapai nilai likuiditas yang baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran persediaan,
perputaran piutang dan tingkat pertumbuhan penjualan terhadap likuiditas di Bursa
Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan sub sektor
makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga
terdapat 6 perusahan yang telah memenuhi kriteria. Data yang digunakan dalam
penelitian ini berupa data sekunder yang bersumber pada laporan keuangan tahunan
yang didapati melalui Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini memakai metode
kuantitatif berupa teknik analisis linear berganda dengan menggunakan program
SPSS versi 25.0. Hasil dari uji t yang memperlihatkan perputaran persediaan secara
parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap likuiditas dengan nilai thitung
sebesar (-2,137) > ttabel sebesar (2,055), perputaran piutang secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap likuiditas dengan nilai thitung sebesar
(2,596) > ttabel sebesar (2,055), dan pertumbuhan penjualan secara parsial tidak
berpengaruh terhadap likuditas dengan nilai thitung sebesar (-0,338) < ttabel sebesar
(2,055). Sedangkan hasil uji f menunjukkan bahwa secara simultan perputaran
persediaan, perputaran piutang dan tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh
positif terhadap likuiditas, dengan nilai Fhitung ialah sebesar (4,048) > Ftabel sebesar
(2,975). Angka Adjusted R Square penelitian ini adalah 24,0%, sedangkan sisanya
76% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.