Abstract :
Perbankan merupakan salah satu kegiatan yang menunjang perkembangan
perekonomian di suatu Negara yang dimana berperan di dalam sektor keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan Non Performing
Loan (NPL) terhadap penyaluran kredit pada perusahaan perbankan di Bursa Efek
Indonesia periode 2014-2018. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Metode
pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan dan
juga dokumentasi yang mengambil data laporan keuangan dari situs resmi Bursa
Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id. Metode analisis data menggunakan metode
regresi linear berganda yang diolah dengan menggunakan SPSS versi 21 dengan
tingkat signifikan sebesar 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
secara parsial inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyaluran
kredit pada perusahaan perbankan dimana t hitung < t tabel dengan nilai (-)0,776
< 1,97240 dan tingkat signifikan 0,439 > 0,05. NPL secara parsial berpengaruh
negatif dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit pada perusahaan
perbankan dimana t hitung < t tabel dengan nilai (-)1,359 < 1,97240 dan tingkat
signifikan 0,176 > 0,05. Sedangkan secara simultan inflasi dan NPL berpengaruh
akan tetapi tidak signifikan terhadap penyaluran kredit pada perusahaan
perbankan dengan nilai f hitung < f tabel 1,104 < 3,04 dan tingkat signifikan
0,334 > 0,05. Hasil dari koefisien determinasi yang diperoleh dari nilai R2 sebesar
1,1% yang berarti inflasi dan NPL memberikan pengaruh terhadap penyaluran
kredit hanya sebesar 1,1%, sedangkan sisanya sebesar 98,9% dijelaskan oleh
variabel bebas lainnya.